Rabu, 12 November 2014

Ular Raksasa Di dunia


Ular, hewan yang satu ini selalu menjadi pembahasan yang menarik, terutama jika ular itu bertubuh sangat besar/raksasa. Beberapa daerah memiliki legenda mengenai ular ular raksasa, dan di asia, ular raksasa biasanya dikaitkan dengan mitos ular naga.

Postingan kali ini membahas ular ular besar yang terkenal di dunia, meskipun satu atau dua berita disini belum terkonfirmasi kebenarannya. Yang pasti, jika ingin membahas jenis ular besar maka kita tidak terlepas pada jenis Ular Boa, Ular Phyton dan Anaconda. Berikut ini selengkapnya :

Parangkusumo


Ratu Kidul menyetujui apa yang diminta oleh Senopati dengan syarat Senopati dan keturunannya yang kelak menjadi raja Mataram harus bersedia menjadi suami Ratu Kidul.
Dua buah batu Sela Gilang di Parangkusumo, difoto: Selasa, 11 Februari 2014, foto: a.sartono
Dua buah batu Sela Gilang di Parangkusumo yang juga disebut Batu Cinta


Cepuri Parangkusumo terletak di Dusun Mancingan, Kelurahan Parangtritis, Kecamatan Kretek, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Lokasi ini dapat dijangkau melalui Jl. Parangtritis ke selatan (arah pantai). Cepuri Parangkusumo berada di pinggir pantai Samudera Hindia. Lokasi Cepuri Parangkusmo berada di sisi barat dari Pantai Parangtritis. Jarak Cepuri Parangkusumo dengan Kota Yogyakarta sekitar 30 kilometer.
Cepuri Parangkusumo merupakan pagar tembok keliling dengan banyak lubang di tengah dinding temboknya yang dibuat berjajar dengan ukuran lubang sekitar 40 cm x 12 cm, dengan ketebalan dinding tembok sekitar 20 cm.
Bagian depan dari Cepuri Parangkusumo, difoto: Selasa, 11 Februari 2014, foto: a.sartono
Bagian depan dari Cepuri Parangkusumo

Ukuran cepuri tersebut sekitar 8 m x 10 m, dan tingginya sekitar 65 cm. Gerbang cepuri terletak di sisi selatan (menghadap laut). Gerbang ini berbentuk gapura padureksa dengan atap di atas-tengah gapura. Tinggi gerbang tersebut sekitar 2,5 m. Lebar gapura sekitar 175 cm. Gapura dilengkapi dengan pintu berbentuk jeruji yang terbuat dari kayu setinggi sekitar 60 cm. Gapura ini juga dilengkapi dengan kentongan yang diletakkan di sisi kanan depan. Kentongan difungsikan untuk tengara atau kode memanggil juru kunci, dan juga digunakan jika terjadi segala sesuatu yang bersifat darurat.
Di dalam cepuri tersebut terdapat dua buah batu (batu karang) di tengah hamparan pasir pantai. Dua buah batu inilah yang menjadi pusat dibangunnya cepuri atau pagar tembok. Sebuah batu karang yang terletak di sisi belakang (dekat tembok belakang) berukuran lebih besar daripada batu karang yang terletak di sisi selatan (depannya) yang dalam lingkupan tembok cepuri menjadi berada di bagian tengah. Kedua batu karang tersebut populer dengan nama Sela Gilang, namun ada pula yang menjulukinya Batu Cinta.

Sejarah Merapi


Tentunya menghindari bahayanya serta memanfaatkan faedahnya tidak hanya diperlukan ketika sedang membutuhkan saja. Cerita sejarah gunung Merapi juga menarik utk diketahui sebagai pengetahuan bagi kita yang awam volkanologi. Dibawah ini tulisan dari Badan Geologi mengenai sejarah Gunung Merapi yang bulan Oktober 2010 ini sedang bergolak.

SEJARAH GEOLOGI

Hasil penelitian stratigrafi menunjukkan sejarah terbentuknya Merapi sangat kompleks. Wirakusumah (1989) membagi Geologi Merapi menjadi 2 kelompok besar yaitu Merapi Muda dan Merapi Tua. Penelitian selanjutnya (Berthomier, 1990; Newhall & Bronto, 1995; Newhall et.al, 2000) menemukan unit-unit stratigrafi di Merapi yang semakin detil. Menurut Berthommier,1990 berdasarkan studi stratigrafi, sejarah Merapi dapat dibagi atas 4 bagian :

PRA MERAPI (+ 400.000 tahun lalu)

Disebut sebagai Gunung Bibi dengan magma andesit-basaltik berumur ± 700.000 tahun terletak di lereng timur Merapi termasuk Kabupaten Boyolali. Batuan gunung Bibi bersifat andesit-basaltik namun tidak mengandung orthopyroxen. Puncak Bibi mempunyai ketinggian sekitar 2050 m di atas muka laut dengan jarak datar antara puncak Bibi dan puncak Merapi sekarang sekitar 2.5 km. Karena umurnya yang sangat tua Gunung Bibi mengalami alterasi yang kuat sehingga contoh batuan segar sulit ditemukan.

MERAPI TUA (60.000 – 8000 tahun lalu)

Pada masa ini mulai lahir yang dikenal sebagai Gunung Merapi yang merupakan fase awal dari pembentukannya dengan kerucut belum sempurna. Ekstrusi awalnya berupa lava basaltik yang membentuk Gunung Turgo dan Plawangan berumur sekitar 40.000 tahun. Produk aktivitasnya terdiri dari batuan dengan komposisi andesit basaltic dari awanpanas, breksiasi lava dan lahar.

MERAPI PERTENGAHAN (8000 – 2000 tahun lalu)

Terjadi beberapa lelehan lava andesitik yang menyusun bukit Batulawang dan Gajahmungkur, yang saat ini nampak di lereng utara Merapi. Batuannya terdiri dari aliran lava, breksiasi lava dan awan panas. Aktivitas Merapi dicirikan dengan letusan efusif (lelehan) dan eksplosif. Diperkirakan juga terjadi letusan eksplosif dengan “de¬bris-avalanche” ke arah barat yang meninggalkan morfologi tapal-kuda dengan panjang 7 km, lebar 1-2 km dengan beberapa bukit di lereng barat. Pada periode ini terbentuk Kawah Pasarbubar.

MERAPI BARU (2000 tahun lalu – sekarang)

Dalam kawah Pasarbubar terbentuk kerucut puncak Merapi yang saat ini disebut sebagai Gunung Anyar yang saat ini menjadi pusat aktivitas Merapi. Batuan dasar dari Merapi diperkirakan berumur Merapi Tua. Sedangkan Merapi yang sekarang ini berumur sekitar 2000 tahun. Letusan besar dari Merapi terjadi di masa lalu yang dalam sebaran materialnya telah menutupi Candi Sambisari yang terletak ± 23 km selatan dari Merapi. Studi stratigrafi yang dilakukan oleh Andreastuti (1999) telah menunjukkan bahwa beberapa letusan besar, dengan indek letusan (VEI) sekitar 4, tipe Plinian, telah terjadi di masa lalu. Letusan besar terakhir dengan sebaran yang cukup luas menghasilkan Selokopo tephra yang terjadi sekitar sekitar 500 tahun yang lalu. Erupsi eksplosif yang lebih kecil teramati diperkirakan 250 tahun lalu yang menghasilkan Pasarbubar tephra. Skema penampang sejarah geologi Merapi menurut Berthommier, 1990 (gambar kanan).
Peta menunjukkan sebaran endapan awanpanas Merapi 1911-2006. Hanya wilayah timur lereng yang bebas dari arah aliran awapanas dalam kurun waktu tersebut.

Sejarah Internet


Internet merupakan jaringan komputer yang dibentuk oleh Departemen Pertahanan Amerika Serikat pada tahun1969, melalui proyek ARPAyang disebutARPANET (Advanced Research Project Agency Network), di mana mereka mendemonstrasikan bagaimana denganhardwaredan software komputer yang berbasis UNIX, kita bisa melakukan komunikasi dalam jarak yang tidak terhingga melalui saluran telepon. Proyek ARPANET merancang bentuk jaringan, kehandalan, seberapa besar informasi dapat dipindahkan, dan akhirnya semua standar yang mereka tentukan menjadi cikal bakal pembangunan protokol baru yang sekarang dikenal sebagai TCP/IP(Transmission Control Protocol/Internet Protocol).
Tujuan awal dibangunnya proyek itu adalah untuk keperluan militer. Pada saat itu Departemen Pertahanan Amerika Serikat (US Department of Defense) membuat sistem jaringan komputer yang tersebar dengan menghubungkan komputer di daerah-daerah vital untuk mengatasi masalah bila terjadi serangan nuklir dan untuk menghindari terjadinya informasi terpusat, yang apabila terjadi perang dapat mudah dihancurkan.
Pada mulanya ARPANET hanya menghubungkan 4 situs saja yaitu Stanford Research InstituteUniversity of CaliforniaSanta BarbaraUniversity of Utah, di mana mereka membentuk satu jaringan terpadu pada tahun 1969, dan secara umum ARPANET diperkenalkan pada bulanOktober 1972. Tidak lama kemudian proyek ini berkembang pesat di seluruh daerah, dan semua universitasdi negara tersebut ingin bergabung, sehingga membuat ARPANET kesulitan untuk mengaturnya.
Oleh sebab itu ARPANET dipecah manjadi dua, yaitu "MILNET" untuk keperluan militer dan "ARPANET" baru yang lebih kecil untuk keperluan non-militer seperti, universitas-universitas. Gabungan kedua jaringan akhirnya dikenal dengan nama DARPA Internet, yang kemudian disederhanakan menjadi Internet.

Onta Di Sembeleh


ntuk pertama kalinya, pemerintah Mekkah di Arab Saudi menggunakan teknologi Jerman di rumah jagal hewan pada Idul Adha tahun ini. Diharapkan, teknologi baru ini mampu memenuhi kebutuhan potong sapi dan unta untuk kurban.

Management of Social Transformations (MOST) Programme


The MOST Programme's primary purpose is to transfer relevant Social Sciences research findings and data to decision-makers and other stakeholders.

Perbedaan Masyarakat dengan Rakyat


Masyarakat, adalah sejumlah manusia dalam arti seluas-luasnya dan terikat oleh suatu kebudayaan yg mereka anggap sama. Masyarakat (sebagai terjemahan istilah society) adalah sekelompok orang yang membentuk sebuah sistem semi tertutup (atau semi terbuka), dimana sebagian besar interaksi adalah antara individu-individu yang berada dalam kelompok tersebut.

Kebidanan


Sebagai anggota profesi, bidan mempunyai ciri khas yang khusus. Sebagaii pelayan profesional yang merupakan bagian integral dari pelayanan kesehatan. Bidan mempunyai tugas yang sangat unik, yaitu:
1. Selalu mengedepankan fungsi ibu sebagai pendidik bagi anak-anaknya.
2. Memiliki kode etik dengan serangkaian pengetahuan ilmiah yang didapat melalui proses pendidikan dan jenjang tertentu
3. Keberadaan bidan diakui memiliki organisasi profesi yang bertugas meningkatkan mutu pelayanan kepada masyarakat,
4. Anggotanya menerima jasa atas pelayanan yang dilakukan dengan tetap memegang teguh kode etik profesi.

Rossi


A surprise pole position put Rossi in prime position to battle teammate Jorge Lorenzo for that second place in the championship. Andrea Iannone (Pramac Racing) led off the line with Rossi settling into second behind his compatriot.
The Ducati rider was able to create a one second gap to Rossi, before a charging Marc Marquez (Repsol Honda Team) aided Rossi in catching, and passing, Iannone. Rossi then set about trying to stay with the 2014 MotoGP™ World Champion, but tyre wear meant he was not able to match the pace of Marquez.

Doni Tata


Pebalap Indonesia dari tim Gresini Moto2 malah tak bisa lebih cepat dari pebalap Malaysia Azlan Shah. Padahal, pada FP1 Doni mampu berada satu tingkat di atas Azlan di posisi ke-29.
Kedati begitu, hasil yang dicapai Doni masih lebih baik ketimbang komptariot Rafid Topan Sucipto yang menduduki urutan ke-33 dari 34 pebalap di FP2.
Walau hasil yang dicapai Doni belum memuaskan, namun tim Gresini Moto2 menanggapi positif sesi latihan hari pertama ini. Menurut Gresini Racing Doni akan mampu memperbaiki waktu pada latihan ketiga (FP3) dan kualifikasi Sabtu.

Asal Usul Bahasa Sunda


Bahasa Sunda dituturkan oleh sekitar 27 juta orang dan merupakan bahasa dengan penutur terbanyak kedua di Indonesia setelah Bahasa Jawa. Sesuai dengan sejarah kebudayaannya, bahasa Sunda dituturkan di provinsi Banten khususnya di kawasan selatan provinsi tersebut, sebagian besar wilayah Jawa Barat (kecuali kawasan pantura yang merupakan daerah tujuan urbanisasi dimana penutur bahasa ini semakin berkurang), dan melebar hingga batas Kali Pemali (Cipamali) di wilayah Brebes, Jawa Tengah.

Rumah adat Indonesia


Indonesia sungguh kaya baik alamnya maupun budayanya. Di Indonesia terdapat ribuan suku bangsa yang mendiami sepanjang wilayah kepulauan negara ini. Setiap suku bangsa memiliki unsur kebudayaan mulai dari bahasa, upacara adat, tari tradisional, makanan, rumah adat, dan unsur lain yang berbeda dengan suku lainnya. Bentuk kearifan lokal ini merupakan harta yang sangat berharga bagi Indonesia.

Rumah adat merupakan salah satu representasi kebudayaan yang paling tinggi dalam sebuah komunitas suku/masyarakat. Keberadaan rumah adat di Indonesia sangat beragam dan mempunyai arti yang penting dalam perspektif sejarah, warisan, dan kemajuan masyarakat dalam sebuah peradaban  

Merbabu

Menuju Puncak Merbabu 3/14/2013 Hujan semalaman membuat apapun yang kami miliki basah kuyup kena air hujan. Maka pagi di hari kedua dengan mentari cerah yang mulai meninggi kami manfaatkan untuk menjemur segala perlengkapan mulai dari tas, celana, jaket, jas hujan, dan apa saja yang basah pagi itu semua kami jemur. Keadaan pagi itu terasa begitu kontras dengan keadaan malam hari di hari pertama pendakian yang serasa berada di barak pengungsian korban banjir. Tekad menuju puncak masih menggebu di dalam hati. Pukul 09.30 kami pun selesai packing lalu mulai melangkahkan kaki ke Puncak Merbabu. Selepas Pos 2 kami memasuki hutan lebat dengan jalan yang masih menanjak tajam namun bedanya ada tambahan tantangan disini, yaitu bebatuan yang besar ada diman-mana. Setengah perjalanan kami beristirahat di dataran yang tidak terlalu luas di pinggir jurang dan di samping batu besar yang menghalangi jalur pendakian. Kabut hanya beterbangan di langit saja tidak sampai turun. Beberapa puncak pun terlihat menjulang disana. Kami mulai melanjutkan perjalanan ditemani pohon edelweis di sisi kanan dan kiri yang masih belum berbunga dan tetap dengan tanjakan berbatu, hingga kami menemui trek yang paling ekstrim yang pertama yaitu trek vertikal 90° yang menuju pertigaan antara puncak dan jalur pendakian Kopeng. Susah payah kami melalui trek vertikal tersebut karena selain sangat sulit dilalui juga sangat labil pijakannya dan rapuhnya tanaman untuk pegangan yang ada. Di trek vertikal inilah mulai turun gerimis yang lama kelamaan makin deras. Kami mulai mengeluarkan jas hujan sembari beristirahat menikmati pemandangan kawah mati Merbabu dengan bau belerang yang lumayan menyengat. Tanah yang ada di pos ini juga terlihat memutih seperti terkena muntahan belerang dari kawahnya. Pos di dekat pertigaan Jalur Wekas dan Kopeng Di bawah pertigaan ini terdapat satu dataran yang lumayan luas yang dinamakan Pos Helipad, biasanya pos ini juga sering digunakan untuk ngecamp oleh para pendaki. Di lokasi pertigaan ini cukup ramai karena merupakan perlintasan jalur pendakian Wekas dan Kopeng. Ada yang sudah turun dari puncak, ada yang dari jalur Kopeng, dan ada pula kami dari jalur Wekas yang saling berpapasan disini. jalur menuju Puncak Pemancar Kami lanjutkan perjalanan menuju puncak dengan tujuan pertama yaitu Puncak Syarif yang merupakan salah satu puncak Merbabu dari tujuh puncak yang ada. Dari jalur Wekas ini kami hanya bisa menaiki beberapa puncak saja karena beberapa puncak yang lain ada di jalur Kopeng. Sebelum memijakkan kaki di Puncak Syarif kami dihadapkan pada sebuah lintasan dengan lebar hanya sekitaran satu meter saja dengan sisi kanan dan kirinya jurang. Dikalangan pendaki trek tersebut sering disebut Jembatan Setan. Makin menanjak lagi trek makin menyempit selayaknya berjalan di punggungan sapi, oleh karena itu trek ini dinamakan "Geger Sapi". Puncak Pemancar Sebagai bahan pengetahuan, berikut nama dari puncak-puncak Merbabu yang memiliki sebutan tersendiri, seperti: Puncak I dinamakan Puncak Pertapaan / Watu Gubug (Jalur Kopeng). Puncak II dinamakan Watu Tulis atau juga Puncak Pemancar (2.896 mdpl), karena di puncak ini berdiri tegak bekas pemancar radio relay (Jalur Kopeng). Puncak III disebut Geger Sapi karena treknya mirip punggungan/punuk sapi (3.100 mdpl). Puncak IV atau Puncak Syarif alias Puncak Prenggodalem (3.119 mdpl). Puncak V disebut Puncak Ondorante (3.112 mdpl). “Ondo” yang berarti anak tangga dan “Rante” yang berarti rantai mengiaskan akan trek yang ada dengan hanya tipis sekali sehingga butuh kewaspadaan saat menuruni puncak ini dan disarankan untuk melepas carrier atau tas bawaan. Selain hanya berbentuk gigiran tanah, trek ini juga dihiasi dengan jurang dalam di kanan dan kirinya. Puncak VI atau Puncak Kentheng Songo (Sembilan Lumpang/Tumbukan/Batu Cekung) yang seolah dipahat dan terisi air yang memiliki ketinggian sekitar 3.140 mdpl. Namun kenteng yang tersisa di puncak ini hanya 5 buah saja, 1 lainnya ada di pos sabana saat menuruni puncak tertinggi lewat jalur Selo dan 3 lainnya di bumi perkemahan desa Tuk Pakis. Puncak VII atau Puncak Triangulasi (3.142 mdpl) yang merupakan puncak tertinggi Merbabu dan bisa langsung dicapai jika kita memakai jalur pendakian Selo. Jalur Turun Merbabu lewat Selo Pertigaan dua puncak dilihat dari Puncak Syarif Dalam pendakian kali ini tim hanya menuju beberapa puncaknya saja yaitu 3 puncak tertingginya. Puncak pertama yang kami daki adalah Puncak Syarif dimulai dengan ditemuinya pertigaan 2 puncak yaitu Puncak Syarif ke kiri selama 10 menit dan Kenteng Songo ke kanan dengan waktu tempuh 45 menit dengan trek sangat ekstrim termasuk melewati "Ondo Rante" yang hanya berbentuk jalan setapak kecil dengan satu sisi langsung jurang. Saat mendaki Puncak Syarif sebaiknya carrier di tinggal di pertigaan dua puncak saja karena nantinya juga turun lagi menuju pertigaan tersebut untuk melanjutkan perjalanan ke Puncak Kenteng Songo. Puncak Syarif Puncak Syarif juga Puas berada di puncak tersebut dan sholat Dhuhur sekaligus jama’ sholat Ashar, kemudian kami melanjutkan perjalanan menuju puncak selanjutnya yaitu Puncak Kenteng Songo dengan mengambil arah ke kanan dari pertigaan dua puncak tadi. Trek menuju Puncak Kenteng Songo cukup perlu kewaspadaan tinggi karena ada beberapa bagian yang diharuskan untuk merambati tebing dengan pijakan tipis banget, sehingga diantara pendaki harus saling membantu agar tidak jatuh ke sisi jurang. trek merambat sebelum Puncak Kenteng 9 

ESKUL







Kisah nyata kenakalan remaja sepanjang masa

Form Pendataan

Nglanggeran

Gunungkidul adalah kampung halaman yang makin asyik untuk dikunjungi. Tidak hanya deretan pantainya, tapi ada juga Gunung Api Purba Nglanggeran untuk menikmati pemandangan Gunungkidul dari ketinggian.

Siapa yang tak mengenal Gunungkidul, daerah dengan sejuta tempat wisata alam yang begitu memesona. Daerah ini akan memanjakan setiap manusia yang singgah di sana. Gunugkidul tak hanya punya deretan pantai pasir putih, tapi juga terdapat gua, air terjun, gunung, danau pun banyak dikelola sebagai tempat wisata. Maka tak ada salahnya berkunjung ke Gunungkidul sejenak menikmati salah satu alam ciptaan-Nya yaitu Gunung Api Purba Nglanggeran.

Suroloyo

Di sebelah barat laut @Candi-Borobudur membentang Perbukitan Menoreh yang tampak bagaikan siluet patung Buddha tidur, hanya saja ukurannya sungguh raksasa. Pada abad ke-18, seorang pujangga dari Keraton Surakarta, Ngabehi Yasadipura I, pernah menulis sebuah karya sastra berjudul Serat Cabolek. Dalam serat itu dikisahkan Raden Mas Rangsang yang kemudian bergelar Sultan Agung Hanyokrokusumo mendapatkan wangsit bahwa dia akan menjadi penguasa Tanah Jawa, oleh karena itu dia harus berjalan dari Keraton Kotagede menuju Perbukitan Menoreh. Supaya bisa menjadi penguasa, dia harus melakukan tapa kesatrian di salah satu puncak Perbukitan Menoreh yang kini dikenal dengan nama Puncak Suroloyo. Kawasan ini wajib dikunjungi sebagai dessert perjalanan wisata penemuan harta karun dunia di Borobudur.

Perjalanan menuju Puncak Suroloyo merupakan petualangan tersendiri yang penuh dengan tantangan. Jalanan sempit penuh tanjakan curam, kelokan tajam, serta diapit oleh bukit dan jurang menjadi perjalanan yang mendebarkan. Namun perasaan takut itu akan tergantikan dengan ketakjuban saat melihat pemandangan yang terhampar. Gugusan perbukitan nampak berdiri kokoh melindungi kawasan perdesaan di lembah yang dikelilingi areal persawahan dan ladang. Sejauh mata memandang yang terlihat adalah warna hijau berpadu dengan biru langit dan putihnya mega. Sesekali terlihat bunga liar yang tumbuh dengan anggun di tengah rumpun ilalang.

Selasa, 11 November 2014

Peternakan Tikus Putih di Dadapan


Yogyakarta boleh dibilang katanya orang kreatif. Bukan hanya dalam soal kesenian dan sejenisnya. Adapun Peternak binatang, salah satunya pertenak tikus. Ini bukan semabrang tikus, melainkan tikus putih. Di Desa Dadapan Timbulharjo Sewon Bantul memiliki peternakan tikus putih yaitu Bapak Suparno. Pertenekan tikus putih ini memiliki jenis yaitu Mencit dan Wistar. Mememulai peternakan tikus putih ini sejak tahun 2004.  Ketika itu ada mahasiswa farmasi yang sudah lulus hendak melelang seeokr tikus putih sebagai objek praktikum dengan sejumlah ±100 ekor, karena mereka ingin kembali ke daerah asalnya, namun tidak ada yang berminat. 

Lava Tour

Village Kinahrejo constitute reside the late Mbah Maridjan. He has been caretaker Merapi Mountain. He has pass away at year 2010, because accident heat cloud or sheep eruption Merapi Mountain at year 2010. Before happen eruption Merapi Mountain with pass away at year 2010, village Kinahrejo only a tourit local a foreign countries the hobby hiking. Matter this were because, Kinahrejo the near all at once entrance go in climbs Merapi Mountain. Be sides the panorama also very asthonisehed.
Description: E:\Photo\Choied\Labuhan Merapi\DSC01213.JPG
Although be said beuutys the have grave together eruption Merapi at year 2010, however Kinahrejo not yet loss enchanment but the more popularly. Tourist the come visit village Kinahrejo in gave like results direct to a trickle lava Merapi Mountain. Beginning to houses the fallen, trees dryed, that cinders volcanic, lava cold form a thick sand, fall rocklike mountain a big and much again.
Description: E:\Photo\Choied\Labuhan Merapi\DSC01215.JPG
Matter this will pull a tourit to maked village Kinahrejo as area Lava Tour and become witness ferocity eruption Merapi Mountain, because Kinahrejo witness eruption Merapi Mountain at year 2010. Located the village Kinahrejo site in Village Kepuharjo, Subdistrict Cangkringan, Regency Sleman, Province D. I. Yogyakarta. Go to in the direction Kinahrejo pass thourgh Kaliurang street with use motorcycle or car.

Oleh : Qoid Fitraraharja

Antara Desa dan Kota

Manusia menjalani kehidupan didunia ini tidaklah bisa hanya mengandalkan dirinya sendiri dalam artian butuh bantuan dan pertolongan orang lain , maka dari itu manusia disebut makhluk sosial, oleh karena itu kehidupan bermasyarakat hendaklah menjadi sebuah pendorong atau sumber kekuatan untuk mencapai cita-cita kehidupan yang harmonis, baik itu kehidupan didesa maupun diperkotaan. Tentunya itulah harapan kita bersama, tetapi fenomena apa yang kita saksikan sekarang ini, jauh sekali dari harapan dan tujuan pembangunan Nasional negara ini, kesenjangan Sosial, yang kaya makin Kaya dan yang Miskin tambah melarat , mutu pendidikan yang masih rendah, orang mudah sekali membunuh saudaranya (dekadensi moral ) hanya karena hal sepele saja, dan masih banyak lagi fenomena kehidupan tersebut diatas yang kita rasakan bersama, mungkin juga fenomena itu ada pada lingkungan dimana kita tinggal.
Nama saya Choied Fitra, saya pingin berada di Puncak Gunung Merapi Jawa Tengah. Walaupun 31 Agustus 2013 sampai 1 September 2013 saya sudah mendaki Gunung Merapi tapi belum berada di puncak, hanya berada di POS Terakhir atau tempat Camp terakhir yaitu Pasar Bubrah dan sudah berada diatas awan.

Kemampuan Siswa di bidang kejuruan

Di jaman yang canggih dan serba ada seperti ini, teknologi bukanlah suatu hal yang terdengar asing di telinga penghuni dunia.Semakin hari, tenologi tercipta semakin canggih.Itulah salah satu factor pendorong bagi manusia-manusia yang ingin maju untuk menguasai atau setidaknya mengetahui setiap perkembanngan-perkembangan teknologi tersebut. Selain perkembangan teknologi, di era globalisasi ini persaingan di dunia kerja juga menjadi factor pendorong manusia satu dengan yang lain untuk saling berlomba-lomba menambah kemampuan atau skill mereka dengan menguasai suatu bidang teknologi dari berbagai macam jenis teknologi. Dengan harapan mereka dapat bekerja di perusahaan-perusahaan yang mereka inginkan sesuai bidang yang mereka kuasai.Karena perusahaan membutuhkan yang memiliki kemampuan, skill dan sikap kerja yang baik.Oleh sebab itu, hal-hal tersebut menjadi modal utama dalam bekerja.

Selain pelamar pekerjaan, kemampuan berteknologi juga sangat penting dimiliki bagi setiap anak-anak yang masih duduk di bangku sekolah, terutama sekolah kejuruan.Sungguh ironi bagi siswa lulusan sekolah kejuruan tidak mengetahui cara-cara mengatasi berbagai masalah yang berhubungan dengan jurusan mereka. Dalam hal ini khususnya bidang teknologi komputer dan jaringan.dengan di adakannya uji kompetensi produktif ini diharapkan siswa memiliki keterampilan untuk menciptakan atau mengembangkan teknologi komputer dan jaringan. Karena komputer merupakan salah satu sarana komunikasi yang dapat menghubungkan manusia satu dengan manusia lain nya di seluruh dunia.Namun komputer tidak akan dapat digunakan tanpa adanya alat-alat yang mendukung, dari perakitan PC yang benar, pemasangan kabel yang tepat, hingga jaringan komputer.

5 Makanan Khas Bantul

Kabupaten Bantul dikenal sebagai daerah yang menawarkan keindahan alam dan kerajinan tangan. Padahal, Bantul lebih dari sekedar Pantai Parangtritis atau pusat kerajinan tangan lainnya. Bantul juga menawarkan makanan khas yang menggugah selera. Berikut ini adalah lima makanan khas dari Kabupaten Bantul tersebut.

Kenakalan Remaja

Kenakalan remaja sering diartikan terjemahan dari juvenile delinquency. Secara etimologis pengertian juvenile delinquency berasal dari kata juvenile yang berarti anak, dan delinquency yang berarti kejahatan. Jadi secara etimologis juvenile delinquency adalah kejahatan anak. Dari berbagai pengertian tentang kenakalan remaja atau juvenile delinquency dapat disimpulkan bahwa kenakalan remaja atau juvenile delinquency memiliki arti kejahatan yang dilakukan oleh anak remaja. Dengan demikian kenakalan remaja merupakan perbuatan yang melanggar hukum yang dapat dikenai sanksi pidana bagi yang melanggar larangan tersebut. Masa remaja dikenal dengan masa Strom dan Stres dimana terjadi pergolakan emosi yang diiringi dengan pertumbuhan fisik dan pertumbuhan psikis yang bervariasi. Masa remaja identik dengan lingkungan sosial tempat berinteraksi, membuat mereka dituntut untuk dapat menyesuaikan diri secara efektif.


Komponen Keterampilan Pengelolaan Kelas

Pada dasarnya, terdapat banyak sekali komponen-komponen keterampilan pengelolaan kelas yang harus diperhatikan oleh seorang guru dalam memanajemen kelasnya. Akan tetapi untuk mempermudah pemahaman kita, maka komponen-komponen keterampilan pengelolaan kelas itu dapat digolongkan ke dalam 2 kelompok besar. Kedua kelompok besar komponen-komponen keterampilan pengelolaan kelas itu adalah:
  1. Keterampilan yang berkaitan dengan penciptaan dan pemeliharaan kondisi belajar yang optimal
  2. Keterampilan yang berkaitan dengan pengembangan kondisi belajar yang optimal.



Sekarang marilah kita bahas lebih lanjut satu persatu tentang kedua kelompok komponen keterampilan pengelolaan kelas ini.

Jadwal Kuliah

Pasar Bubrah di Gunung Merapi

Pasar Bubrah atau Pasar Setan di Gunung Merapi telah banyak di kenal orang, baik dari penduduk setempat maupun para pendaki Gunung Merapi. Terlepas dari unsur misteri yang beredar tentang keberadaan pasar setan ini maka sebenarnya dapat juga ditelaah secara lebih realistis.
Warga mempercayai bahwa di Gunung Merapi bukan hanya ditinggali oleh manusia melainkan banyak sekali makhluk halus yang hidup berdampingan dengan mereka di Gunung ini. Maka dari itu penduduk di Gunung Merapi mempunyai kepercayaan akan tempat - tempat angker atau sakral.
Tempat tersebut merupakan tempat yang keberadaannya dijaga oleh makhluk halus, maka dari ini tempat yang dirasa mempunyai kekuatan gaib harus dihormati keberadaannya. Penduduk menerapkan pantangan pada lokasi yang dianggap sakral tersebut, misalnya : menebang pohon, mengambil ataupun memindahkan barang yang ada pada lokasi tersebut.

Pantangan lain diantaranya dilarang berbicara kotor dan berbuat tidak senonok, kencing dan buang air besar karena hal tersebut dapat menyinggung makhluk yang ada disana. Terletak dibawah puncak Merapi, Pasar Bubrah berada dengan hamparan bongkah dan pasir yang terlampar luas di daerahnya. Pasar Bubrah merupakan salah satu daerah yang dianggap sakral oleh penduduk sekitar, dan dianggap sebagai pasar makhluk halus oleh warga dimana batu - batu yang berserakan dianggap sebagai kursi dan meja untuk berjualan. Dalam sebuah pandangan, Pasar Bubrah ini sebagai tempat atau lokasi bermain makhluk halus, tempat mereka berinteraksi. Namun memang benar jika tempat ini dianggap sakral oleh warga sekitar, karena pada intinya pusat kegiatan makhluk astral sangatlah dominan di Pasar Bubrahini, karena tempat ini merupakan salah satu tempat favorit makhluk astral atau makhluk halus di Gunung Merapi berkumpul dan saling bercengkrama.


Pada dasarnya tempat ini memanglah dianggap sakral oleh penduduk sekitar, maka dari itu kita sebagai pendaki harus juga menghargai tempat tersebut dengan cara bertata krama yang baik, sopan dan santun, tidak gegabah, yang penting menghargai keberadaan mereka. Wajar apabila ada pendaki yang diganggu oleh makhluk astral yang jail disini, misalnya saja terlihat penampakan wanita berambut panjang, para penjaga keraton dengan pakaian tradisionalnya, nyai yang biasa nyinden dengan pakaian adat, para prajurit dengan pakaian perang, makhluk yang berwujud pendaki dengan atribut mendaki lengkap namun melayang, dan banyak lagi bentuk yang dapat ditampakkan. 


Sekali Lagi

Tahun 1942, Ibu Pertiwi melahirkan seorang keturunan Tionghoa yang tidak disangka-sangka akan begitu dikenang oleh setiap orang yang mengenalnya. Beruntung sejarah masih memperkenalkan saya pada dirinya, karena memang saya dan dia berbeda generasi. Saya generasi 90-an, dia generasi 40-an. Beruntung pula sejarah masih memperkenankan saya mengenal sosok dia walaupun 44 tahun plus 1 hari sudah dia tercatat di batu nisan Gunung Semeru. Dia-lah Soe Hok-Gie atau biasa dikenal dengan sebutan Soe atau Gie. Dia lahir pada tanggal 17 Desember 1942, dimana keadaan politik Indonesia saat itu sedang memperjuangkan kemerdekaan. Dia besar pada situasi politik Orde Lama, atau rezim pemerintahan Soekarno. Masa-masa remajanya-lah yang membentuk karakter Gie seperti yang sejarah ceritakan kepada saya saat ini. Sosok yang kritis, berani, keras kepala, tajam pemikirannya, setidaknya yang saya tangkap dari cerita sejarah. Namun, kehadirannya sebagai ‘social control’, salah satu fungsi mahasiswa, tidak berlangsung lama, karena 27 tahun minus 1 hari kemudian dia tertidur untuk selama-lamanya. Saya mengenal sosok Gie melalui catatan hariannya, atau yang lebih dikenal sebagai ‘Catatan seorang Demonstran’ yang diterbitkan oleh LP3ES. Beruntung, buku yang pertama kali dicetak pada tahun 1983 atau 14 tahun setelah kematiannya pada 1969 ini bisa berada di tangan saya. Dalam catatan hariannya ini, Gie sering menceritakan banyak hal, di antaranya pada usianya yang masih relatif muda, dia berani mengkritik gurunya karena nilai ujian kebumiannya dikurangi 3, padahal dia merasa yang terpintar dalam mata ajar kebumian. Hal lain yang saya kagumi dari dia adalah kegemarannya membaca. Kemanapun dia pergi, barang pertama yang wajib dibawa itu buku. Diceritakan dalam film ‘Gie’ karya Riri Reza dan Mira Lesmana, sosok Gie selalu membawa buku kemanapun dia pergi. Kegemarannya membaca inilah yang membentuk sosok Gie yang kritis, uptodate, mengetahui hal-hal yang terjadi di sekitarnya, mempunyai pemikiran yang tajam. Sifat gemar membaca inilah yang ingin saya tanamkan dalam diri saya, karena seperti kata pepatah, buku itu jendela dunia.